IHT SMKN 7 Kupang, Linus Lusi: NTT Miliki Potensi Laut yang Luar Biasa

0
114
Kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar" pada Senin (24/07/2023) di SMKN 7 Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR. Com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, laut Indonesia, secara khusus NTT memiliki potensi yang luar biasa. Oleh sebab itu, sekolah pelayaran membutuhkan penguatan kualitas dan kompetensi yang teruji dari para pendidiknya agar potensi laut yang kaya dapat diberdayakan dengan sangat baik.

“Potensi laut sangat besar, oleh sebab itu segala tenaga, daya dan kebijakan negara itu mengarah pada laut. Tanpa memiliki data yang cukup, maka gagal dalam perencanaan. Jadi, saya tidak mau perencanaan tanpa sebuah data yang kuat. Sehingga berbagai kompetensi dan jurusan di sini benar-benar dikuasi oleh masing-masing guru keahlian,” ungkap Linus Lusi saat membuka kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar” pada Senin (24/07/2023) di sekolah setempat.

Linus Lusi menuturkan, kolaborasi antar para guru, siswa dan stakeholder sangat penting terutama dalam penerapan IKM sehingga proses belajar-mengajar lebih kreatif dan inovatif.

“Harus ada kolaborasi yang kuat antara guru kejuruan dan guru mata pelajaran umum, agar pemetaan dan capaian pembelajaran serta kompetensi dasar sehingga terwujud itikad baik yang mau berbagai satu dengan yang lain dan tidak ada bias dalam pemahaman siswa,” ujarnya.

“Kita mendorong siswa untuk ahli di bidang masing-masing, sementara subsistem yang mendorong apa yang menjadi harapan siswa tidak berjalan dengan baik. Sehingga kata ‘koordinasi’ yang jadi panutan di birokrasi, bisa juga jadi langkah konkret dari setiap guru. Kemerdekaan pembelajaran dan kemerdekaan inovasi harus di mulai dari guru, siswa maupun stakeholder pendukung. Tanpa sentuhan seperti ini kita hanya berjalan satu arah, artinya persoalan yang diangkat setiap tahunnya hanya itu-itu saja tanpa sebuah lompatan yang berarti. Cerita sukses sebuah sekolah ada di kurikulumnya,” terangnya.

Lebih lanjut Linus Lusi mengungkapkan, identitas sekolah sangat penting untuk pengembang sekolah ke depannya, sehingga fokus pembelajaran dan peningkatan kompetensi benar-benar terarah serta punya ciri khasnya.

“Sekolah ini harus fokus satu arah, sehingga punya nilai jualnya dan dikenal orang. Jadi ketika orang mau cari sekolah pelayaran, orang akan langsung datang ke sini. Kalau kita mau sekolah ini punya identitas, maka harus punya juga gerakan rohnya,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, segala totalitas energi, skill dan keterampilan jejaring harus dimobilitas untuk tujuan sekolah ini. Jadi tidak terpecah-pecah dan kehilangan jati dirinya. Harus fokus supaya punya roll model-nya dan tidak orang bingung,” tambahnya.

Pose bersama Kadis PK NTT.

Sementara itu Kepala SMKN 7 Kupang, Mursalin Ngala, S.Pd., menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru dan menjaga kualitas proses belajar-mengajar yang sejalan dengan IKM.

“IHT diperlukan untuk diberikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bagian pendidik yang berkelanjutan. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas proses belajar-mengajar dalam mengimplementasi kurikulum merdeka serta untuk memaksimalkan kompetensi yang mereka miliki dan yang mereka hadapi didalam bekerja,” ungkap Mursalin Ngala.

Ia juga menyampaikan, meskipun belum terdaftar dalam kurikulum merdeka belajar, namun sekolah tersebut diperbolehkan untuk menerapkan mandiri belajar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu kami sampaikan, bahwa SMKN 7 Kupang belum terdaftar dalam IKMB, namun sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kami diperbolehkan menerapkan mandiri belajar dalam arti, kurikulum masih tetap K13, namun dapat diterapkan kurikulum merdeka belajar di dalam pembelajaran,” ujarnya.

Penyerahan buku karya guru SMKN 7 Kupang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua MKKS SMK se-Kota Kupang, Ketua Komite dan para guru serta pegawai SMKN 7 Kupang. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan oleh Kadis PK NTT ke sarana praktik siswa yakni ruangan simulator Nautika Kapal Niaga (NKN) dan simulator Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI). Selanjutnya, penyerahan buku “Nomen Est Omen” karya guru SMKN 7 Kupang, Patrisius Leu, S.Fil., kepada Kadis PK NTT. (Yosi Bataona/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini