Hari Tari Sedunia, Kadis PK NTT: Kesenian Punya Kaitan Erat dengan Kecerdasan

0
240
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., saat memberikan sambutannya dalam momentum perayan Hari Tari Sedunia yang digelar pada Selasa (30/04/2024) di Alun-Alun I. H. Doko Dinas PK NTT.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, S.Sos., M.M., mengungkapkan, kesenian memiliki kaitan erat dengan kecerdasan. Menurutnya, kesenian mampu meningkatkan kecerdasan anak-anak sehingga harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

“Kesenian punya kaitan erat dengan kecerdasan. Oleh karena itu, pada hari ini banyak anak-anak SMA dan SMP yang berpartisipasi. Ada kecerdasan visual-spasial yang terkait dengan seni lukis, kecerdasan linguistik terkait dengan seni sastra, dan kecerdasan kinestetik terkait dengan seni tari,” ujar Ambros Kodo saat memberikan sambutannya dalam momentum perayan Hari Tari Sedunia yang digelar pada Selasa (30/04/2024) di Alun-Alun I. H. Doko Dinas PK NTT.

Suasana kegiatan.

“Kemudian ada kecerdasan musikal, kecerdasan personal yang membantu kita memahami orang lain dan interpersonal yang membuat kita memahami diri sendiri serta kecerdasan naturalis yang membantu memahami alam. Oleh karena itu, mutlak kita memberi perhatian pada upaya-upaya pengembangan seni dan kesenian di sekolah,” lanjutnya.

Ambrosius Kodo menyampaikan, selain sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, seni tari juga menjadi alat pemersatu dan mempererat hubungan sosial antarsesama.

“Hari Tari Sedunia memberi kesempatan kepada komunitas budaya dan berbagai latar belakang tradisi untuk bersatu dalam penghargaan terhadap seni tari dan promosi serta apresiasi,” ungkapnya.

Suasana kegiatan.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya seni dalam kehidupan sehari-hari. Seni tari menjadi sarana ekspresi, pemersatu budaya dan alat untuk mempererat hubungan sosial,” jelasnya.

Dirinya berharap seni tari yang dilakukan setiap tahun, dapat diminati oleh generasi muda dan mendukungan perkembangan komunitas tari lokal serta melahirkan penari-penari yang berbakat.

“Semoga dengan dirayakannya setiap tahun, kita harapkan membuat generasi muda tertarik untuk melestarikan budaya sekitar. Diharapkan pula, pada perayaan ini dapat mendukung berkembangnya komunitas tari lokal sehingga tetap terus berkarya. Potensi-potensi penari berbakat juga akan lahir melalui ajang seperti ini,” pintanya.

Kepala UPTD Taman Budaya Gerson Poyk Dinas PK NTT, Mohadi, S.Sn.

Sementara itu Kepala UPTD Taman Budaya Gerson Poyk Dinas PK NTT, Mohadi, S.Sn., menuturkan, upaya pelestarian dan pemajuan kesenian daerah yang sejalan dengan UU ialah pelindungan, pengembangan dan pembinaan terhadap objek kebudayaan.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pelestarian kesenian daerah sejalan dengan UU RI No. 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan yaitu meliputi upaya pelindungan, pengembangan dan pembinaan terhadap objek kebudayaan,” kata Mohadi saat menyampaikan laporan panitia kegiatan.

“Hal ini dilakukan agar kesenian tradisional tidak mengalami kepunahan dan pendangkalan isu serta pengakuan dari pihak-pihak lain yang kurang bertanggung jawab. Selain itu, juga membuka kesempatan secara luas bagi para seniman, generasi muda, dan seluruh masyarakat yang berkepentingan di bidang kesenian untuk menyalurkan kreativitas dan produktivitasnya,” tambahnya.

Penampilan tarian daerah NTT dari salah satu sanggar.

Pantauan media ini, perayaan yang bertemakan “Bagimu Negeri Kami Menari” melibatkan 30 sanggar tari dari SMA/SMK, SMP, dan komuitas seni tari se-Kota Kupang. Masing-masing sanggar menampilkan berbagai tarian daerah Provinsi NTT. (Yosi Bataona/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini