SMAN 1 Nubatukan Gelar Refleksi Guru Penggerak

0
167
Kegiatan Refleksi Guru Penggerak SMAN 1 Nubatukan pada Selasa (23/11/2021)

Lembata, SEKOLAHTIMUR.COM – SMA Negeri 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata menggelar kegiatan Refleksi Guru Penggerak pada Selasa (23/11/2021) bertempat di aula sekolah setempat. Plt. Kepala SMAN 1 Nubatukan, Cletus Laba, S.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan yang dipimpinnya, termasuk kompetensi guru dan peserta didik.  

“Mari kita berjalan dan bergerak dengan satu tekad untuk rumah SMAN 1 Nubatukan dengan hati nurani. SMAN 1 Nubatukan harus menjadi sekolah guru penggerak dan menjadi kunci percepatan kompetensi guru dan juga secara khusus bagi genersi muda-mudi SMAN 1 Nubatukan,” ungkapnya.

Kegiatan ini diisi dengan pendalaman materi guru penggerak SMAN 1 Nubatukan yang menampilkan narasumber calon guru penggerak yakni, Damianus Dalu, S.Pd., dan Yohanes Narek, S.Pd. Dalam paparan materinya, Damianus Dalu mengatakan bahwa masa depan Indonesia dimulai dari tingkat satuan pendidikan sekolah sehingga diperlukan peningkatan kualitas kepemimpinan pengajar, baik itu guru maupun kepala sekolah.

“Untuk itu Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menggelar tiga program utama yaitu, Pendidikan Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, dan Organisasi Penggerak. Ketiga program itu tak hanya diarahkan pada prestasi akademik, namun juga pola pikir guru untuk menuntun, membimbing, dan mengayomi sesuai filosofi tokoh pendidikan bangsa, Ki Hajar Dewantara,” jelasnya.

Sementara itu Yohanes Narek menyentil bahwa selama ini pengajaran masih seputar teknis dan administratif. Aktivitas pengajaran belum mengarah pada kompetensi guru untuk menjadi pemimpin proses pembelajaran dan pemimpin lingkungan pendidikan. Menurutnya, menyikapi hal tersebut, program guru penggerak menjadi salah satu langkah tepat.

Selain pendalaman materi dari dua calon guru penggerak tersebut, kegiatan juga diisi dengan sharing pengalaman dari setiap peserta baik guru maupun peserta didik tentang potensi dirinya masing-masing dalam pembelajaran.

Thomas D. Hugu, M.Sc., yang tampil sebagai narasumber menekankan pentingnya mengenal diri bagi seorang guru dan peserta didik. Pengenalan akan diri menjadi penting dalam proses belajar baik bagi guru maupun peserta didik.

“Mengenal diri dan bergerak membahwa diri ke mana kita berdiri, duduk, bersahabat dan memberi pengalaman hidup. Konsep yang sangat tegang ini membawa dunia keheningan dan sebagian para peserta bergelinang air mata saat men-sharing-kan pengalaman selama menjadi guru atau pendidik. Adapun kelemahan dan penyesalan namun itulah motif. Kita sadar, guru juga manusia dan anak-anak yang kita ajarkan kebaikan juga sulit dimengerti karena mereka masih tahap bingung dan ragu-ragu,” tuturnya.

Dirinya mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung program guru penggerak. Hal ini menurutnya akan menjadi warna tersendiri dalam memaknai HUT PGRI tahun 2021 di lingkungan sekolah.

“Mari kita saling membatu bersama mendukung guru penggerak, agar HUT PGRI pada tahun ini memberikan gerakan baru dan bersatu hati untuk SMAN 1 Nubatukan indah pada waktunya,” harapnya. (Roning R. Rofinus/ rf-red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here