Atasi Masalah Pembelajaran Pasca-Pandemi, Ini Langkah Dinas PK Kota Kupang

0
155
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, S.Pd., M.Si.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Kepala Bidang  Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Oktovianus Naitboho, S.Pd., M.Si., mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah mewariskan dampak buruk bagi pendidikan terutama di tingkat sekolah dasar (SD), dimana masih banyak peserta didik yang tergolong belum dapat membaca.

Terkait hal tersebut, jelas Okto Naitboho, Pemerintah Kota Kupang telah menjalin kerja sama dengan pihak perguruan tinggi yang menyediakan tenaga pendidik guna menyukseskan program Lopo Pintar yang tersebar di berbagai kelurahan.

“Evaluasi terhadap pembelajaran daring akibat pandemi Covid-19, ternyata sudah berlalu tapi masih meninggalkan warisan yaitu kurang lebih 3000 siswa SD di Kota Kupang yang tidak dapat membaca, khusus kelas 1, 2 dan 3. Dan 4000 lebih yang dapat membaca tapi belum lancar,” ungkap Okto Naitboho kepada media ini, Kamis (19/01/2023) di ruang kerjanya.

“Kebijakan dinas pasca-pendemi setelah dimulai pembelajaran tatap muka, kita minta untuk dipilah anak-anak itu, selain pembelajaran reguler juga dilakukan bimbingan khusus. Nah, kemarin kita evaluasi sejauh mana progresnya, dari 3000 apakah sudah berkurang atau bertambah, itu masih sementara didata dan akan dilaporkan hasilnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Okto Naitboho menyampaikan, dalam upaya mengatasi persoalan belum bisa membaca dan belum lancar membaca, Pemkot Kupang menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi yang berkompeten untuk memberikan layanan pendidikan gratis di sekolah maupun di kelurahan.

“Yang sementara berjalan itu, pertama, wajib bagi kepala sekolah untuk memberikan pelayanan ekstra di luar jam reguler, khusus kepada siswa-siswa yang bermasalah tadi. Kedua, Pemkot Kupang melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Jadi, ada 5 perguruan tinggi yang memiliki standar LPTK-FKIP yakni Undana, Unika, UPG 45, Unkris, dan Muhammadiyah,” ujarnya.

“Sejak 9 Januari lalu, di setiap kelurahan ada yang namanya program Lopo Pintar Kelurahan. Jadi, 51 kelurahan itu kita intervensi, dari mahasiswa di 5 perguruan itu, kurang lebih 800 mahasiswa yang terdiri dari 18 sampai 19 orang per-kelurahan. Mereka sekitar jam 4 sampai 6 sudah ada di titik yang ditentukan lurah, ada yang di sekolah dan ada yang di kelurahan memberikan bimbingan pembelajaran gratis dari setiap disiplin ilmu,” tandasnya.

Ia berharap, program Lopo Pintar tersebut dapat memberikan manfaat dan keuntungan bagi kedua pihak yang bekerja sama. Lebih dari itu langkah tersebut juga penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan di Kota Kupang.

“Kita berharap kolaborasi ini saling menguntungkan. Bagi mahasiswa menganggap ini pra-PPL/KKN Kampus Mengajar Merdeka Mengajar, dia terjun ke lapangan untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapat. Sementara bagi kami, karena mereka masih segar dan semangat sehingga bisa membantu guru-guru kami setelah siswa lepas dari sekolah kembali ke rumah, mereka yang sambung, untuk memacu peningkatan hasil belajar siswa,” ungkapnya.

“Harapan kami, semoga program Lopo Pintar ini bisa membantu Dinas PK Kota Kupang, khususnya sekolah-sekolah untuk mengatasi permasalahan belajar siswa, baik itu jenjang SD maupun SMP di Kota Kupang,” pungkasnya. (Lenzho/Yosi/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here