SMKN 7 Kupang Terima 16 Mahasiswa PLP FKIP Undana

0
173
Penerimaan 16 mahasiswa FKIP Undana di SMKN 7 Kupang.

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR.COM – Senin (31/07/2023), bertempat di ruang guru SMKN 7 Kupang, sebanyak 16 Mahasiswa Fakultas Keguruan dan  Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana diterima untuk melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Pesekolahan (PLP) di sekolah tersebut. Enam belas mahasiswa tersebut berasal dari Prodi PKN, Bahasa Inggris, Kimia, Biologi, Elektronika, Bahasa Indonesia, Bimbingan Konseling dan Sejarah.

Kepala SMKN 7 Kupang, Mursalin Ngala, S.Pd., mengungkapkan rasa senang atas kehadiran para mahasiswa di sekolah tersebut dan berharap ada banyak hal baik yang bisa dibagikan untuk sekolah, sekaligus dapat belajar banyak hal.

“Kami keluarga besar SMKN 7 Kupang sangat senang dengan kedatangan adik-adik mahasiswa di sekolah ini. Kami berharap, kehadiran adik-adik, kita bisa saling berbagi hal-hal yang baik. Kami juga berharap, semoga selama berada di sini, ada juga banyak hal yang adik-adik bisa pelajari,” harap Mursalin Ngala.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum SMKN 7 Kupang, Gabriel Koten, S.Si., menyampaikan beberapa hal terkait jam masuk dan keluar sekolah, serta proses pembelajarannya.

“Kita 5 hari kerja dan hari ke-6, kita fokus di kegiatan ekstrakurikuler. Proses belajar-mengajar efektif kita dari Senin – Jumat jam 7.30 dan berakhir jam 16.00. Artinya kita sudah berada di sekolah jam 7.00. Dan untuk mahasiswa kita menggunakan absensi manual,” ungkap Gabriel Koten.

Lebih lanjut, Gabriel Koten mengungkapkan, sekolah masih menggunakan Kurikulum 2013, namun dalam penerapannya sudah menggunakan Kurikulum Merdeka.

“Berkaitan dengan Kurikulum, sekolah ini masih menggunakan Kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaannya di dalam kelas, kita sudah menerapkan Kurikulum Merdeka. Jadi segala sesuatu yang berkaitan dengan perangkat pembelajaran masih menggunakan K-13,” jelasnya.

Pose bersama.

Ia menambahkan, mahasiswa harus terlebih dahulu mengenal lingkungan sekolah sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas dan di saat itu bisa dimanfaatkan untuk menyiapkan perangkat ajar.

“Untuk mahasiswa, akan mengasuh siswa di kelas X dan kelas XI, karena kelas XII sedang melaksanakan praktek di lapangan. Ada aturan yang sudah menjadi kebiasaan di sekolah ini, yakni untuk guru baru maupun untuk mahasiswa yang akan melakukan praktek mengajar. Mereka diberikan waktu untuk mengenal lingkungan sekolah terlebih dahulu, barulah mereka bisa mengajar di dalam kelas,” ujarnya.

“Kami memberikan waktu sekitar 1- 2 minggu untuk mengenal sekolah sekaligus melakukan observasi terhadap sekolah. Jadi para mahasiswa bisa mempergunakan waktu itu untuk menyiapkan perangkat atau bahan ajar yang nantinya akan dipakai di dalam kelas,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni Dosen Pengantar atau Penanggung Jawab, Thomas K. Masi, M.Pd., para Wakasek, Guru Pamong, dan Kepala Tata Usaha. (Yosi Bataona/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini