MGMP PAKat Kota Kupang Gelar Workshop Penyusunan PPKMB

0
156
Pose bersama panitia, narasumber, dan peserta kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar (PPKMB).

Kota Kupang, SEKOLAHTIMUR. COM – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik (PAKat) dan Budi Pekerti tingkat SMA/SMK se-Kota Kupang menggelar Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar (PPKMB). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat – Sabtu, 11 – 12 Agustus 2023 di SMKN 2 Kupang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang yang diwakili Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Herman Haki, S.Fil., menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan mempersiapkan para guru agar dapat menyesuaikan diri dan mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka di dalam kelas dengan baik.

“Tujuan dasar dari kegiatan ini untuk mengkonsolidasikan kesiapan para guru agama katolik dalam rangka mengimplementasikan kurikulum merdeka, karena dengan diterapkannya kurikulum merdeka ini ada banyak penyesuaian yang harus dibuat oleh para guru,” ungkap Herman Haki saat ditemui media ini, Jumat (11/08/2023).

“Dan tentunya bukan hanya sekadar silabus, lalu bagaimana nantinya mereka mengajar, tetapi para guru harus menyiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan memampukan mereka melaksanakan tugas di sekolah,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Herman Haki berharap hal yang baik tersebut dapat ditularkan kepada guru yang tidak sempat hadir. “Harapannya setelah kegiatan ini, para guru yang menjadi perwakilan dapat meneruskan ilmu yang mereka peroleh kepada guru yang lain sekaligus membangun hubungan yang baik antarsesama,” ujarnya.

Pengawas Pembina Guru PAKat SMA/SMK Kantor Kemenag Kota Kupang, Drs. Petrus Pula, M.Pd., menuturkan, para guru dapat meningkatkan profesionalitasnya dan juga mendukung proses belajar mengajar di dalam kelas agar siswa dapat belajar dengan merdeka.

“Kegiatan ini difasilitasi oleh Kantor Kemenag. Wadah ini dapat meningkatkan profesionalitas mereka dan boleh memiliki perangkat pembelajaran yang mendukung proses belajar-mengajar di kelas,” ujarnya.

“Harapannya melalui materi yang mereka dapat, wawasan mereka dibuka dan mereka memahami secara baik serta punya produk, bagaimana penerapan kurikulum merdeka di sekolah. Sehingga dapat membantu peserta didik sungguh-sungguh merdeka dalam belajar,” harap Petrus Pula.

Sementara itu, Ketua MGMP PAKat dan Budi Pekerti tingkat SMA/SMK Kota Kupang, Dra. Maria Ratnasari, M.Pd., mengungkapkan, selain sebagai wadah, MGMP ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan kompetensi guru, dalam konteks kurikulum merdeka sebagai acuan dalam pembelajaran di sekolah.

“MGMP tidak hanya tempat bagi para guru mata pelajaran saling berbagi, melainkan juga mampu memfasilitasi dan menunjang pengembangan kompetensi keprofesionalan guru dalam berbagai aspek,” ungkapnya.

“Pentingnya untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran kurikulum merdeka, karena untuk menghasilkan pembelajaran yang langsung menyentuh kebutuhan peserta didik diperlukan acuan atau pedoman pokok yang sesuai dengan standar,” jelas Maria Ratnasari.

Pose bersama.

Mewakili peserta MGMP PAKat dan Budi Pekerti, Yosep G. Tukan, S.Fil., mengutarakan, wadah MGMP memberikan banyak hal positif untuk pengembangan diri dan ia berharap wadah tersebut tetap eksis serta tempat untuk berbagi.

“Selama 2 hari kami mengikuti kegiatan ini, kami banyak sekali mendapatkan pengetahuan mengenai kurikulum merdeka dari narasumber yang luar biasa. Ini hal baru bagi kami. Kami juga semakin diperkaya untuk pengembangan diri dan profesionalitas kami,” ungkapnya.

“Harapan kami, bapak narasumber tidak henti-hentinya dan tidak bosan-bosannya untuk berbagi hal-hal baik kepada kami. Semoga juga dengan partisipasi aktif dari para peserta dan kinerja yang luar biasa dari panitia serta pengurus, wadah ini tetap eksis dan semakin berkembang,” pinta Yosep Tukan selaku guru Agama Katolik SMAN 4 Kupang.

Pantauan media ini, kegiatan tersebut diikuti oleh 34 peserta guru PAKat dan Budi Pekerti. Sementara hadir sebagai narasumber yakni Marselinus Tika, S.Pd.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemilihan Badan Pengurus MGMP periode 2023 – 2026 serta penyerahan cinderamata buku “Nomen Est Omen” oleh guru penulis, Patrisius Leu, S.Fil., kepada Kepala Seksi Bimas Katolik, Pengawas dan Pembina SMA/SMK Kemenag Kota Kupang, dan Waka Humas SMKN 2 Kupang. (Yosi Bataona/rf-red-st)

Penyerahan buku “Nomen Est Omen”.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini