Gelar IHT IKM & P5, 6 SMK di TTS Gandeng YASPENSI

0
226
Kabid Dikmen Dinas PK NTT, Ayub Sanam (Tengah) menyampaikan sambutannya saat membuka kegiatan.

TTS, SEKOLAH TIMUR.COM – Sebanyak enam SMK di wilayah selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) secara kolaboratif menggelar In House Training (IHT) terkait Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Enam SMK tersebut yakni SMKN Kualin, SMKN Oehani, SMKN Op, SMKN Babuin, SMKN Boking, dan SMK Negeri Kolbano.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu – Jumat, 9 –11 Agustus 2023 di SMK Negeri Kualin. Dalam kegiatan tersebut, panitia menggandeng tim Yayasan Pustaka Pensi Indonesia (YASPENSI) sebagai naraumber.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., yang diwakili oleh Kabid Dikmen Dinas PK NTT, Ayub Sanam, S.Pd., dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut pada Rabu (9/8/2023) memberikan apresiasi kepada enam SMK yang telah berkolaborasi untuk menyelenggarakan kegiatan IHT IKM & P5 tersebut.

Pose bersama para kepala sekolah, narasumber, dan Kabid Dikmen Dinas PK NTT.

“Kolaborasi atau kerja sama itu termasuk dalam kecerdasan abad ke -21. Orang-orang yang bekerja sama dengan orang lain itu yang dibutuhkan di masa depan, karena itu kita tidak membutuhkan orang yang pintar sendiri dan hebat sendiri tetapi tidak bisa berkolaborasi dengan orang lain,” ungkapnya.

Ayub Sanam juga meminta agar kolaborasi serupa dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Saya berharap semangat kolaborasi dan kerja sama yang baik ini dipertahankan dan bila perlu terus ditingkatkan, bukan saja dalam kegiatan IHT ini tetapi dalam bentuk komunitas-komunitas belajar melalui Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP), agar kualitas guru, kualitas pembelajaran, kualitas bahan ajar itu sama antara sekolah yang satu dengan sekolah lain,” ujarnya.

Pose bersama Korwas SMK/SLB, pengawas SMA/SMK, dan badan pengurus Komite SMK Negeri Kualin.

Dirinya meminta para guru yang ada untuk tetap semangat dan giat dalam belajar agar kualitas dan semangatnya terus membara sekalipun sekolahnya ada di pelosok.

“Sekalipun kita di kampung tetapi semangat kita tidak boleh kalah dengan sekolah-sekolah yang ada di kota dengan fasilitas yang lebih lengkap. Mengapa demikian? Karena yang membedakan antara orang sukses dan orang yang tidak sukses salah satunya optimis. Sekalipun saya di kampung dengan berbagai keterbatasan ruang belajar, keterbatasan teknologi, dan keterbatasan lainnya tetapi rasa optimis itu harus dibangun bahwa sekalipun di bawah keterbatasan tetapi kualitas harus tetap sama dengan sekolah lain,” tandasnya.

Ayub Sanam juga mengimbau agar para kepala sekolah dan guru yang mengikuti kegiatan IHT IKM dan P5 tersebut mampu mengikutinya dengan baik sehingga mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran di kelas.

Suasana kegiatan.

“Bapak/ibu kepala sekolah dan para guru harus pastikan bahwa apa yang telah diikuti dan dilakukan dalam kegiatan IHT ini harus berdampak pada peningkatan kompetensi lulusan di sekolah masing-masing. Apa artinya berjeri lelah selama tiga hari di sini lalu tidak ada perubahan di sekolah, karena itu saya berharap agar materi yang telah diperoleh dari para narasumber dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” harapnya.

Sementara itu, Emanuel Nong Yonson, selaku narasumber kepada media ini menyampaikan bahwa materi yang diberikan kepada para sekolah dan guru dalam kegiatan In House Training tersebut yakni Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Peserta kegiatan.

“Kegiatan IHT Implementasi Kurikulum Merdeka dan P5 ini merupakan IHT yang luar biasa karena ada perpaduan dari enam SMK yang ada wilayah jalur selatan Kabupaten TTS ini. Dalam penerapan Kurikulum Merdeka ini ada materi-materi utama dan juga materi-materi pendamping,” ungkapnya.

“Karena itu dalam kegiatan ini materi yang diberikan yaitu analisis struktur kurikulum merdeka, di situ kami diskusikan bersama acuannya agar hasil dari itu bisa merancang Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), setelah itu juga diberikan materi terkait Analisis Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan juga penyusunan Modul Ajar,” lanjutnya.

Peserta kegiatan.

Setelah itu, lanjut Nong Yonson, terkait dengan modul ajar diberikan kesempatan bagi kelompok mata pelajaran untuk mempresentasikan. Dari setiap kelompok yang mempresentasikan hasil dari modul ajar tersebut diberikan ruang kepada kelompok lain untuk menyampaikan pendapat, masukkan terkait dengan modul ajar yang telah disusun.

“Selain itu juga pendampingan guru terkait dengan pembuatan modul P5, jadi itu hasil dari kegiatan selama tiga hari ini,” jelasnya.

Jublina N. I. Selan, S.P.

Sementara itu ketua panitia kegiatan, Jublina  N. I. Selan, S.P., menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kompetensi para guru terkait dengan IKM dan juga P5. Selain itu juga enam SMK yang bergabung di sini agar ada keseragaman terkait dengan materi, dan ke enam sekolah yang bergabung ini juga saling support dan berbagi antar sesama guru dari sekolah lain,” ungkapnya.

Peserta kegiatan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami pra guru karena dengan perubahan kurikulum yang ada maka wajib hukumnya bagi setiap guru untuk mengenal serta mengetahui lebih jauh terkait dengan kurikulum merdeka ini, maka penting bagi kami para guru untuk dibimbing dan saling berbagi,” tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Dikmen Dinas PK NTT, Ayub Sanam, Korwas SMK/SLB Kabupaten TTS, Jermias Pelle, Pengawas SMA/SMK, Yacob A. N. Selan, enam kepala sekolah penyelenggara, dan 127 guru dari enam sekolah tersebut. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini