Guru di Mata Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K.

0
377
Kapolres TTS, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K.

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Perjuangan guru dalam mendidik, membimbing, mengajar, mengarahkan, menilai, dan melatih peserta didik tentu sangat dirasakan oleh semua kalangan yang pernah mengenyam pendidikan. Hal ini juga yang dirasakan oleh Kapolres Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K.

Ditemui media ini beberapa waktu lalu di ruang kerjanya, Kapolres TTS ini menyampaikan terima kasih kepada para guru baik di jenjang SD, SMP, dan SMA yang telah membentuk dirinya saat masih bersekolah.

“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada para guru, baik guru SD, SMP, dan SMA yang telah membentuk saya saat itu dan hingga kini bisa menjabat sebagai Kapolres. Tentunya kita tak bisa pungkiri bahwa guru-guru saat itu memang didik kami dengan keras tetapi semua itu dilakukan hanya demi masa depan kita,” ungkapnya.

“Karena itu menjadi polisi juga karena tidak lain adalah didikan dari para guru-guru saat itu. Tidak sekadar menjadi polisi namun diberi tanggung jawab atau jabatan sebagai Kapolres ini juga tidak terlepas dari hal bersekolah. Jika saat itu saya tidak bersekolah tidak mungkin saya jadi polisi,” ujarnya.

Pria kelahiran 2 Mei 1980 ini merasa bersyukur karena di saat mengenyam pendidikan kala itu para guru tidak saja hanya mendidik atau mengajar mereka tetapi lebih dari itu memberi motivasi, semua itu dilakukan hanya demi keberhasilan anak-anak didiknya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat masih berada di bangku kelas 1 dan 2 SD, ia dan teman-temannya sudah diwajibkan untuk bisa membaca, menulis, dan menghitung.

“Saat kami kelas 1 dan 2 itu sudah diwajibkan untuk bisa membaca, dan saya saat kelas 1 sudah bisa membaca karena itu kami dibimbing dengan keras oleh guru, dan saat itu semester awal belum bisa membaca, karena itu dibimbing khusus oleh para guru kelas 1 saat itu,” kisahnya.

Saat ditanya terkait kebiasaannya untuk belajar saat berada di rumah, alumnus SMP Negeri 2 Blahbatuh, Kec. Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali tahun 1995 itu menyampaikan bahwa saat itu tidak pernah belajar di rumah karena guru adalah satu-satunya sumber belajar.

“Yang saya alami saat itu untuk mendapatkan bimbingan khusus dari orang tua memang kurang dan lebih banyak itu kita dibentuk di sekolah, karena waktu itu saat kami pulang sekolah sudah sibuk bermain dan pulang sudah malam jadi lebih banyak belajar di sekolah. Beda dengan sekarang, hampir semua orang tua sudah beri perhatian kepada anak-anak untuk belajar di rumah,” ujarnya.

“Kalau tanpa guru belum tentu saya dan kita semua bisa seperti sekarang ini. Saya melihat bahwa memang beda sekolah saat itu dengan sekarang, karena itu saya lihat lebih banyak anak-anak dimanja dan tidak dipaksa untuk belajar,” lanjutnya.

Ditanya terkait banyak kasus dimana orang tua melaporkan para guru kepada pihak berwajib, ia menyampaikan harapan agar para orang tua dapat memilah hal yang bersifat pembinaan dan mana hal yang bersifat penganiayaan.

“Selaku Kapolres TTS, saya mengimbau kepada semua orang tua/wali di mana saja berada yang mana anak-anak masih di bangku pendidikan bisa memilah mana hal yang sifatnya membina dan mana yang penganiayaan. Karena itu saya juga berharap agar ke depan tidak terjadi lagi kekerasan yang sifatnya penganiayaan terjadi di lingkungan sekolah, jika sifatnya membina bisa dilakukan dengan cara lain yang bisa membentuk mental mereka,” harapnya.

Lebih Giat Membaca

Dalam kesempatan tersebut, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., juga mengimbau kepada semua peserta didik baik itu jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK untuk lebih giat belajar, terutama dalam hal membaca, karena hanya dengan banyak membaca kita akan mengetahui banyak hal.

“Untuk menjadi peserta didik yang cerdas maka yang perlu dipersiapkan, ya, hanya dengan banyak belajar membaca, apalagi di zaman sekarang yang semua informasi bisa didapatkan dengan mudah. Karena sesungguhnya tidak ada orang yang pintar tanpa belajar, jadi jika mau pintar ya harus banyak belajar, dan jika kita tidak pernah bersekolah maka kita tak akan pernah tahu, karena itu pendidikan merupakan fondasi utama bagi kehidupan kita,” tandasnya. (Lenzho Asbanu/rf-red-st)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here