Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang Serukan Toleransi Umat Beragama

0
275
Seminar Moderasi Beragama Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang yang digelar di SMTK Manekat Sei, Sabtu (27/11/2021)

TTS, SEKOLAHTIMUR.COM – Sejumlah mahasiswa Pendidikan Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang menyerukan semangat toleransi antar-umat beragama. Seruan dini dikemas dalam seminar bertema “Moderasi Bergama” dengan sub tema “Beda itu Katong, Katong Indonesia” yang digelar pada Sabtu (27/11/2021) di SMTK Manekat Sei, Jln. CH Boimau, Desa Sei, Kecamatan Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar ini yakni, Jefrianus Taneo, S. Pd (mahasiswa Pascasarjana), Erwin Suan, S. Pd.K (mahasiswa Pascasarjana), Dr. Hendrik A. E. Lao, M.Pd (dosen IAKN Kupang), dan Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si (Kepala Biro IAKN Kupang).

Kepada awak media, Drs. Yorhans S. Lopis, M.Si, menyampaikan bahwa seminar ini akan memberikan dampak positif. Menurutnya, Indonesia memiliki keberagaman dalam berbagai aspek, dan jika tidak dikelola dengan baik maka akan timbul berbagai macam persoalan.

“Kementerian Agama melalui Bidang Pendidikan termasuk IAKN Kupang mau menyampaikan materi-materi moderasi beragama kepada mahasiswa dan masyarakat agar masyarakat mengetahui bahwa moderasi beragama sangat penting sehingga masyarakat dapat menerima keberagaman untuk terciptanya toleransi antar umat beragama,” ungkapnya.

Sementara itu Dosen Mata Kuliah Filsafat Pancasila IAKN Kupang, Dr. Lanny Koroh, M.Hum., menyampaikan bahwa sebagai dosen Pascasarjana, ia melihat bahwa ada interaksi dan komunikasi-komunikasi di ruang kelas.

“Dan saya melihat mereka mempunyai kemampuan analisis yang baik sehingga saya merasa bahwa mereka ini layak untuk mengadakan sebuah seminar. Oleh karena itu, saya mempercayakan kelas mereka untuk mengadakan seminar. Mereka saya minta untuk melihat isu-isu atau masalah-masalah yang ada di sekitar, baik itu dalam lingkungan kerja maupun masyarakat,” tuturnya.

Peserta Seminar Moderasi Beragama Mahasiswa Pascasarjana IAKN Kupang

Lebih lanjut ia mengatakan, mahasiswa pascasarjana harus memiliki kemampuan dan kualitas lebih serta memiliki daya analisis tajam yang mampu membawa masalah-masalah agar dianalisis dengan teori-teori ilmiah. Mahasiswa pascasarjana juga harus mampu mengupasnya pada ruang-ruang akademisi.

“Program akademik harus diciptakan sehingga bukan saja di ruang kelas namun dapat dibawa keluar ke masyarakat sehingga masyarakat turut menikmati dan dapat turut merasakan hasil-hasil analisis di ruang akademisi. Sebagai dosen, tentunya kami sangat berharap agar mahasiswa-mahasiswi kami bisa tampil dan memberi nilai tambah di tengah masyarakat. Jadi tidak hanya mengejar nilai atau mengejar ijazah dan gelar semata tetapi mesti bermanfaat bagi masyarakat melalui ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi,” urainya.

Kepala SMTK Manekat Sei, Charles R. S. Nabunome, menyampaikan terima kasih kepada IAKN Kupang khususnya mahasiswa Pendidikan Pascasarjana yang telah memilih SMTK Manekat sebagai tempat digelarnya seminar tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada IAKN Kupang melalui mahasiswa Pendidikan Pascasarjana Kelas C, Semester I, Tahun 2021 bersama para dosen dan narasumber yang memilih tempat kami untuk berbagi ilmu. Kami percaya bahwa kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat di Desa Sei dan sekitarnya,” kata Charles yang juga adalah mahasiswa Pascasarjana Semester I IAKN Kupang. (Lenzho Asbanu/ rf-red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here